Posts

Showing posts from 2026

Peta Lokasi Situs Cagar Budaya di Kabupaten Magetan

Image
 Peta Lokasi Situs Cagar Budaya di Kabupaten Magetan

Testimoni SIPAGAR Budaya

Image
Sebuah testimoni dari Bapak Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan

Lingga Semu Berinskripsi Kedungpanji

Image
1. Lingga Semu Kedungpanji        Lingga Semu Kedungpanji berada di taman kantor desa yang pada mulanya ditemukan di Dusun Pandean. Lingga semu berbahan batu andesit berwarna abu-abu dengan tinggi 71 cm, lebar 22 cm, dan tebal 22 cm. Penyebutan lingga semu dikarenakan bentuknya seperti lingga namun tidak sempurna (tidak memunuhi unsur tri bhaga). Pada dasarnya, konsep Lingga mencerminkan konsep Tri Bhaga yaitu Brahma Bhaga (dasar), Wisnhu bhaga (badan) dan Siwa Bhaga (puncak) (Rema dan Sunarya, 2015). Lingga semu pada bagian atas berbentuk bulatan,  badan memiliki bentuk persegi delapan (octagonal) dan bagian dasar tidak utuh. Berbeda dengan lingga semu yang berada di area yang sama, lingga semu Kedungpanji tidak memiliki hiasaan maupun inskripsi yang tertulis di semua sisi. Pada masa Jawa kuno, konsep lingga adalah simbol penting yang melambangkan Dewa Siwa dan unsur maskulin (purusa). Lingga sering dipasangkan dengan yoni sebagai simbol Dewi Parwati dan unsur ...

Arca dan Fragmen Arca Lembeyan Wetan

Image
1. Arca Perwujudan Lembeyan Wetan            Arca Perwujudan Lembeyan Wetan terletak di Kantor Desa Lembeyan Wetan, Kec. Lembeyan, Kabupaten Magetan. Arca memiliki ukuran panjang 31 cm, lebar 35 cm, dan tinggi 77 cm. Arca digambarkan dalam posisi berdiri samabhangga. Bertangan empat, kedua tangan depan berada di depan perut, telapak tangan aus (tidak terlihat apa yang dibawa). Tangan kanan belakang ditekuk ke atas (tidak terlihat apa yang dibawa karena aus). Di antara stela dan tangan kanan belakang terdapat hiasan garis-garis seperti hiasan surya Majapahit. Sama seperti tangan kanan, tangan kiri belakang juga ditekuk ke atas, dan atribut yang dibawanya juga tidak jelas karena sangat aus. Bagian mahkota arca sebenarnya sudah rusak/hilang, dan tidak diketahui dengan pasti bentuknya, akan  tetapi ditambal dengan bahan baru dan dibentuk seperti mahkota, dengan lem yang terlihat melekat di seluruh mahkota, muka, dan sebagian di dada (terlihat agak men...

Makam Hastana Giripurno

Image
1. Bangunan Makam Hastana Giripurno           Bangunan Makam Hastana Giripurno berada di Puncak Gunung Bancak Desa Giripurno Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. Sebelum memasuki bangunan utama, terdapat gapura paduraksa dengan struktur bata merah berplester dan cat berwarna putih. Gapura Paduraksa umumnya berfungsi sebagai pembatas antara halaman luar dengan halaman utama (tempat yang lebih suci/sakral) (Fitri, 7 : 2018). Sebelum memasuki gapura paduraksa terdapat beberapa anak tangga dengan tiga teras dengan material batu alam. Terdapat tiga pintu pada gapura paduraksa tersebut yaitu sisi selatan, tengah, dan sisi utara. Ketiga pintu ini berupa kupu tarung dengan bukaan ke dalam. Gapura ini menghadap ke timur. Bagian atap terdapat tulisan dengan aksara jawa baru.           Pada halaman utama terdapat pohon spreh, beberapa makam, dan bangunan utama. Di dalam bangunan utama tersebut terdapat beberapa makam tokoh yaitu Makam ...

Arca Kelurahan Magetan

Image
          1.        Arca Ganesha Kelurahan Magetan           Arca terbuat dari Batu Andesit berwarna Hitam. Arca ini digambarkan duduk di atas alas berbentuk bundar yang polos, tanpa ornamen. Arca dan lapik dipahatkan dalam satu batu utuh (Monolith). Arca Ganesha memiliki ciri khas seperti telinga gajah yang lebar, belalai, dan perut buncit (tundila). Pada bagian rambut atau hiasan kepala arca terlihat aus. Kepala arca dihiasi dengan rambut kerting yang disanggul di bagian belakang bawah kepala. Terdapat atribut berupa kalung pada bagian leher arca. Arca ini memiliki dua tangan dan dilengkapi dengan atribut keyura (kelat bahu) yang dihiasi dengan motif bunga. Pada pergelangan tangan, terdapat gelang sebagai atribut tambahan. Badan arca dihiasi dengan upavita yang melintang dari bahu kiri ke pinggang kanan. Arca ini duduk dalam posisi kurmāsana, yaitu bersila dengan telapak kaki kanan dan kiri yang bertemu. A...

Situs Sadon

Image
Situs Sadon terletak di Dusun Sadon, Desa Cepoko, Kecamatan Panekan. Lokasi situs berada di tengah-tengah pemukiman warga. Situs ini diidentifikasi sebagai reruntuhan candi. Hal ini dapat dilihat dari objek (benda) yang ditemukan di Situs Sadon mengandung kumpulan unsur bangunan candi diantara lain terdiri atas kala, kepala naga, dan blok-blok batu candi. Blok-blok batu yang terdapat di situs ini terdiri dari berbagai variasi, ada yang polos, berelief, bahkan ada pula yang berinskripsi. Kumpulan unsur bangunan candi yang berada di Situs Sadon berbahan Andesit. Aksara yang ditemukan pada beberapa batu di Situs Sadon diidentifikasi sebagai aksara Kawi tipe Kwadrat. Aksara kwadrat lebih sering dipahatkan pada prasasti-prasasti pendek. Aksara ini merupakan salah satu ciri khas pada masa Kerajaan Kadiri yang berdiri sekitar tahun 1104 – 1222 Masehi. Situs ini diperkirakan berlatar belakang agama Hindu aliran Syiwa, karena sekitar 220 m ke arah timur dari Situs Sadon ini ditemukan arca Nandi...

Pelaporan

Image
Email             : cagarbudayamgt@gmail.com WhatsApp    : 085649378494

Prasasti Bungkuk (Watu Angka)

Image
          Prasasti Bungkuk Terletak di RT 06 RW 02, Lingkungan Tlaji, Dusun Ngrombo, Desa Bungkuk, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan berada di lahan milik Bapak Sadikan. Prasasti ini juga dikenal sebagai Prasasti batu angka atau masyarakat sekitar menyebutnya watu ongko. Prasasti ini dipahatkan pada sebuah batu monolith berbahan dasar andesit dengan ukuran diameter 232 cm serta tinggi 157 cm. Pada sisi muka depan terdapat 4 baris inskripsi dengan huruf jawa kuno yang dituliskan secara vertikal dengan pembacaan dari bawah ke atas.       Jika diidentifikasi, inskripsi ini yang terpahat pada objek ini bertipe aksara kwadrat. Aksara kwadrat banyak dijumpai pada prasasti-prasasti pendek dan merupakan salah satu ciri khas yang berkembang era Kerajaan Kadiri. Beberapa inskripsi yang dapat terbaca diantaranya ; Mikuireng (dengarkan/perhatian) Angka tahun 1056 saka  Cayacaya  (cahaya) Kuja kukuni (belum diketahui artinya)   ...

Peta Lokasi Situs Cagar Budaya di Kabupaten Magetan

Image
 Peta Lokasi Situs Cagar Budaya di Kabupaten Magetan

Inventarisasi Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) dilereng timur Gunung Lawu

Image
          Jejak sejarah dan budaya di lereng timur Gunung Lawu terus ditelusuri. Pada April 2026, Tim Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan melaksanakan inventarisasi Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) dilereng timur Gunung Lawu sebagai upaya menggali dan menjaga warisan budaya yang masih tersebar di kawasan tersebut. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih minimnya penelitian dan referensi mengenai peninggalan sejarah di lereng timur Gunung Lawu. Melalui pencatatan dan pendokumentasian berdasarkan data eksisting serta informasi dari Juru Kunci Harga Dalem, berbagai objek yang memiliki potensi nilai sejarah dan budaya mulai dipetakan keberadaannya. Inventarisasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pelindungan warisan budaya di Magetan, sekaligus mengajak generasi masa kini dan mendatang untuk lebih peduli dalam merawat peninggalan leluhur dan menjaga ingatan budaya agar tetap hidup sepanjang masa.

Dasar Hukum

Image
Dasar Hukum: UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya PP No. 1 Tahun 2022 tentang Registrasi Nasional dan Pelestarian Cagar Budaya Permendikbudristek No. 36 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Registrasi Nasional Cagar Budaya

Prasasti Kepolorejo

Image
1. Prasasti Kepolorejo           Prasasti Kepolorejo terletak di Punden Sonokeling, Jl. Kalimantan, Kel. Kepolorejo, Kec. Magetan, Kabupaten Magetan. Prasasti ini berbentuk tugu pipih seperti nisan dengan bagian atas meruncing berukuran lebih lebar dari bagian bawah. Bagian bawah batu prasasti (kaki) memiliki lapik atau alas lingkaran yang sisanya tertanam pada struktur tempat prasasti ini berada. Inskripsi pada batu prasasti ini  dipahat timbul pada bagian depan prasasti, sedangkan bagian belakang polos tanpa hiasan ataupun tulisan. Aksara yang terpahat merupakan aksara jawa kuno kuadrat yang berbunyi ta na ksi ma (?) (Nastiti dan Suhadi, 1996). Prasasti ini memiliki ukuran panjang 34 cm, lebar 33 cm, dan tinggi 78 cm. Prasasti ini ditemukan area Punden Sonokeling Jl. Kalimantan, Kelurahan Kepolorejo. Tidak diketahui secara pasti tahun penemuan Prasasti. Prasasti kemudian ditempatkan di bawah pohon beringin yang saat ini dikeramatkan oleh warga sekita...

Sendang Kamal

Image
  Prasasti Kawambang Kulwan adalah prasasti peninggalan masa Jawa Kuno yang terletak di Desa Sumber/Kraton, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dan memiliki keterkaitan erat dengan kompleks pemandian Sendang Kamal. Prasasti ini diperkirakan berasal dari periode sekitar tujuh puluh tahun setelah masa pemerintahan Pu Sindok di Kerajaan Medang dan bercorak Hindu Siwaisme, sebagaimana ditunjukkan oleh penyebutan pendirian bangunan suci bagi pemujaan Dewa Siwa serta simbol bunga padma sebagai lambang kesucian. Isi prasasti mencatat penetapan Desa Kawambang Kulwan sebagai sima swatantra oleh Sri Maharaja Dharmawangsa Teguh yang kemudian dilanjutkan oleh Pu Dharmasanggramawikranta, dengan pengesahan melalui pejabat Samgat Kanuruhan Pu Burung. Meskipun kondisi fisik prasasti telah banyak mengalami pelapukan sehingga nama raja dan angka tahun tidak dapat dibaca secara utuh, prasasti ini tetap menjadi sumber penting dalam memahami struktur keagamaan, administratif, dan sosi...

Situs Petirtaan Dewi Sri Simbatan

Image
Situs Petirtaan Dewi Sri           Petirtaan Dewi Sri Terletak di Desa Simbatan, Kec. Nguntoronadi, Kab. Magetan. Petirtaan Dewi Sri memiliki denah persegi panjang dengan ukuran 11 x 9 m yang hampir semua susunannya menggunakan bahan bata. Secara keruangan, petirtaan ini terbagi atas dua ruang yaitu ruang depan yang berada di sebelah timur dan ruang belakang yang berada di sebelah barat. Dalam laporan Studi teknis yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur, ruang depan disebut dengan teras halaman. Sedangkan ruang belakang terdiri dari 3 bilik yaitu bilik utama yang berada ditengah-tengah, bilik utara dan bilik selatan. Teras halaman memiliki denah persegi panjang dengan ukuran 11 m x 4,9 m. Pada dinding teras sisi utara terdapat hiasan dengan profil-profil pilar yang berjumlah empat buah. Pada kedua profil pilar yang berada ditengah terdapat dua buah arca yang digambarkan sebagai seorang tokoh Wanita sedang duduk bersimpuh memegang padma...